Jakarta (KABARIN) - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyampaikan dukungan atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di tengah memanasnya situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan perdamaian penuh di Timur Tengah, yang dicapai melalui mediasi Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir,” menurut pernyataan Kantor Pers Presiden Kazakhstan yang diunggah di platform X, Rabu.
Tokayev menilai tercapainya kesepakatan tersebut tidak lepas dari peran sejumlah pihak, termasuk niat baik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta para pemimpin Iran dan negara lain yang terlibat dalam konflik.
Ia juga berharap gencatan senjata ini bisa bertahan lama dan membawa dampak positif, tidak hanya untuk meredakan ketegangan politik, tetapi juga mendorong pertumbuhan perdagangan dan stabilitas ekonomi global.
Sebelumnya, ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan serta korban jiwa. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut turut memicu gangguan di jalur perdagangan penting Selat Hormuz yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi serta kenaikan harga minyak global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang berlaku sementara selama dua minggu, sekaligus membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau SNSC mengonfirmasi adanya rencana pembicaraan lanjutan dengan pihak Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan pada 10 April.
Dalam proposal yang dibahas, Iran mengajukan sejumlah poin termasuk tetap mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Teheran, kelanjutan program pengayaan uranium, serta penarikan pasukan Amerika dari kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat disebut menilai usulan tersebut sebagai dasar yang bisa dipakai untuk melanjutkan negosiasi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026